Tidak Hanya Sekedar Bertahan Hidup

Manusia memiliki "kebebasan dan kemerdekaan hati" untuk memilih jalan kehidupannya, hal inilah yang mendasari Mengapa manusia disebut sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan Allah lainnya. Apakah akan memilih jalan keberhasilan atau kegagalan, jalan kehidupan positif atau kehidupan negatif. Apakah memilih mengarahkan hati mengikuti tarikan positif “nilai-nilai spiritualisme” atau mengikuti tarikan negatif “nilai-nilai materialisme”. Kita sendirilah yang menjadi penguasa hati kita. Apapun yang akan kita pilih, dapat berdampak pada pikiran, sikap, tindakan, perilaku dan langkah-langkah yang akan menjadi sebab atau menciptakan hasil yang akan diperoleh dalam kehidupan nantinya.

Suatu masa gue berada dipersimpangan jalan, dihadapkan dengan Pilihan jalan yang hendak gue lalui, gue mutusin buat milih jalan yang mengarah ke barat. Jalan itu bermula di Hutan (dalam arti masa Kanak-Kanak) dan berujung di Kota Keberhasilan. Tas gue penuh dengan pengetahuan, tapi juga beberapa kekhwatiran dan beban. Bawaan gue yang paling berharga adalah impian memasuki gerbang cemerlang kota keberhasilan. Gue sampai di sungai yang tak pernah terseberangi oleh siapapun, dan khawatir impian gue telah lenyap. Tetapi gue menemukan sebuah karang tajam, lalu gue memotong sebatang pohon, menciptakan sebuah jembatan, yang kemudian gue seberangi. Tiba-tiba Hujan mulai turun, dan gue begitu merasakan kedinginan, menggigil dan mulai ragu-ragu. Tapi gue membuat payung dari daun-daun dan menangkis semua air hujan yang dingin itu. Perjalan gue itu ternyata lebih lama dari yang gue rencanakan, gue tak lagi punya sisa makanan. Daripada kelaparan sebelum impian tercapai, gue belajar memancing. Gue lelah sekali akibat jalan tanpa henti, dan gue teringat pada beban di tas. Satu persatu beban gue buang, menambah kecepatan lagi. Tinggal kekhawatiran yang menghalangi gue saat ini. Akhirnya tujuan tercapai, di kejauhan gue Telah melihat Kota Keberhasilan, hanya di seberang sekumpulan pohon. Dalam batin gue berkata: Seluruh dunia akan iri dengan keberhasilan yg akan gue capai. Dan gue pun tiba di kota, tetapi gerbangnya terkunci. Penjaga gerbang mengernyitkan kening dan mendesis. "Kau telah menyia-nyiakan waktumu. Aku tidak bisa mengizinkanmu masuk. Namamu tidak ada dalam daftarku.” Gue berteriak dan menjerit, mengguncang-guncang dan menendang-nendang, merasa hidup gue baru saja berakhir. Untuk pertama kalinya sepanjang hidup, gue palingkan kepala, dan untuk pertama kalinya menghadap ke Barat. Gue melihat semua hal yang gue lakukan di tengah jalan, semua kendala yang telah gue lewati. Gue tidak boleh masuk kota, tapi itu tidak berarti gue tidak menang. Gue sudah mengajari diri sendiri cara menyeberangi sungai, melindungi diri dari hujan. Gue belajar menjaga hati gue terbuka, sekalipun kadang-kadang membiarkan kepedihan merasuk. Gue belajar dengan menghadap ke belakang, bahwa hidup tidak sekedar belajar bertahan hidup. Keberhasilan gue ada di perjalanan gue, bukan di kedatangan gue.

Istilah “Kota” diatas gue ibaratkan sebagai puncak keberhasilan, cuma pengibaratan sebenarnya gaes. Kembali pada kalian mau mengibaratkan seperti apa tujuan keberhasilan kalian. Semoga lelucon diatas bisa diambil beberapa pelajaran, bahwa keberhasilan tidak harus terletak di ujung jalan, proses perjalanan kita juga ada sebuah kerberhasilan yang sama sekali tidak pernah kita fikirkan. Berproseslah dengan baik menuju titik keberhasihan kalian, berproseslah dengan baik di ujung kesuksesan kalian. Karena banyak rintangan yang menghalangi kita selama kita berproses menuju keberhasilan.

Salam terakhir dari gue, si Siluman Kampus :)
Goog Luck.



Share:

Kulihat, kudengar dan kurasakan

Seperti biasa secangkir kopi dan sebatang rokok. Ku lewati malam ini dengan pertanyaan yang selalu aku tak mampu untuk menjawabnya. ”adakah rasa untukku untuk esok hari?"
Aku tak tau harus mengawali jawaban pertanyaaku itu dari mana! Sampai saat ini pertanyaan itu seperti sindrom yang membuatku sesak setiap pertanya itu muncul di kepalaku.
Puluhan batang rokok yang menggunung menghiasi asbak di pojok kamarku yang kuhisap malam ini. Demikian juga dengan berpuluh-puluh lubang yang mulai setia dengan paru-paruku. Entahlah bagiku rokok adalah sahabat bagi kesendirianku.

Aku mencoba melawan sisa-sisa dingin hujan sore tadi. Masih saja aku berpeluk lutut disini, disudut pembaringan di depan jendela kamarku yang kusennya sudah mulai melapuk. Perlahan aku bringsut dan membaringkan tubuhku, menarik selimut hingga ke dagu. Semoga Tuhan masih berbaik hati malam ini, dan mempertemukan kita, meski hanya sebatas mimpi.

Kehidupanku seperti angin yang tak dapat kulihat bentuk dan rupanya, karena sampai sekarang ini aku belum melihat titik kemana kaki hidupku akan melangkah, setidaknya aku masih bisa berharap dan bercita-cita agar hidupku bermakna, paling tidak untuk diriku sendiri terlebih orang-orang yang berada si sekitarku.
Aku tak tahu lagi dengan kalimat yang bagaimana kulukiskan perasaanku saat ini, kebimbangan, kebingungan, entah perasaan apa lagi yang menari-nari di kepalaku yang cabul ini.
Inikah hidup?’ entahlah, kebingungan ini telah menjelma seperti sebuah jam dinding? Yang aku tak tahu kapan itu akan melambat dan mati. Apakah aku akan ikut seperti itu?
Hidupku menyerupai sebuah gambaran kaum kelas jelata di masa penjajahan belanda, atau di masa kerajaan-kerajaan. Hidup yang selalu monoton, atau pada syair-syair yang berisi tentang kesedihan proletarier (kaum bawah) yang dimarginalkan dipinggirkan) oleh nasib, yang tercipta oleh kebodohannya sendiri.
Tubuhku adalah terjemahan dari sebuah hikayat kemanusiaan yang memiliki sebuah kisah tentang perjalanan cinta, sayap-sayap ingatanku masih menyisakan sosok manusia masa kini yang menjunjung tinggi kesetiaan.

Sudah gilakah aku?
Entah,... kucoba merebahkan tubuh yang mulai penatku diatas tempat tidurku. Mencoba bernegosiasi dengan pikiran untuk melupakan peristiwa-peristiwa yang terjadi beberapa hari ini.

Ku matikan lampu kamarku namun kegelapan justru mekinmem perjelas dan mempertegas kesunyian itu. Aku tetap gelisah, ku miringkan badanku ke arah yang sudah berkali kali pernah ku lakukan, namun sekuat aku berusaha, sekuat itu pula bayangan dari tubuhku menggangguku, seolah memaksaku untuk melakukan sesuatu yang aku sendiri tidak tahu. Bayanganku seakan melambai mencoba meraihku dan kuulurkan tanganku coba untuk merengkuh tangannya.

Ku sambangi bayangan itu dan kuraih tangannya, namun ia terlalu jauh untuk ku raih, sementara aku sudah terlalu payah, oleh keletihan yang amat sangat, terlalu banyak peristiwa-peristiwa yang membuatku seperti orang gila.

Selewat seperempat abad ini banyak hal yang telah tertanam di dalam hati lalu menjelma manjadi sebuah gunungan hasrat yang tiada melebihi oleh apapun di dunia ini, hasrat itu menginginkan pribadiku tereinkarnasi dalam sebuah pribadi yang sederhana.
Share:

Iblis Berukuran Sembilam Senti

Bulan sudah mulai meninggi mengenakan gaun malam nan indah menghias diri dengan taburan bintang gemintang Purnama hampir habis bulan ini terlihat dari pantulan cahaya air telaga belaian lembut dan hening kesunyian yang memberiku banyak pilihan Aku masih terduduk sendiri di depan kamarku yang tak pernah rapi yang disekelilingku dipenuhi dengan ratusan zat - zat beracun yang dipadatkan menjadi iblis berukuran sembilan centi. Berasap, kepulan asap iblis ini masih mondar mandir dirongga mulutku dan tentu saja paru - paruku. Ada yang keluar dan pastinya ada juga yang bersemayam didalamnya, tiap saat bertambah, bertambah dan akan terus bertambah. Seorang dokter pernah menganjurkan bahkan sampai memperingatkanku untuk sesegera mungkin menceraikan dan meninggalkan iblis mungil nan cantik ini, menurutnya dia bisa membunuhku, dia bisa mengikis perlahan usiaku detik demi detik, menit ke menit dan jam ke jam.

” Berhentilah dan mulai tinggalkan kebiasaan merokok karena zat - zat beracun yang terkandung didalamnya bisa menimbulkan berbagai macam penyakit berbahaya dan bahkan mematikan, mulai sesak nafas dan dada yang seperti ditusuk tusuk yang anda sering rasakan karena Bronkhitis kronik yang sudah bersemayam diparu - paru anda, mungkin jika anda tidak segera manghentikan kebiasaan merokok anda dan bla..bla.. blaa ”

Begitulah setiap dokter yang aku temui, mereka selalu me replay kata - kata yang sama. Bagiku kata - kata itu lebih membuatku merasa sesak.
Ah, peduli amat buktinya beberapa dari mereka kutemukan asbak dimeja, untuk apa tentunya bukan untuk menampung empedu atau cairan infus bukan, menampung ludah barangkali, ya ludah yang mereka jilati sendiri.
Tapi selalu ada yang mereka menyebutnya iblis mungil yang selalu setia kucumbu dan tak pernah pergi dari sisiku, jadi persetan dengan cinta.
Sekarang cinta hanyalah seperti gaung dikekosongan.
Seperti sendak dikerongkongan, atau Hanya seperti luka diujung lidah
Tak lebih dari semua yang kelu dan bisu
Ingin sekali kutampar mulut – mulut disana yang menyuarakan cinta, agar kalian mengerti cinta itu hanyalah sebuah gema, tak lebih hanya gaung, ya gaung.
Atau mungkin akulah yang terlalu banyak mengenakan daun ara hanya untuk menutupi ketelanjanganku akan cinta? Karena aku hanyalah segumpal daging yang menutupi tulang belulang.
Hanya langkah tanpa arah. Dan ketika jemari waktu menggelitikku, aku baru sadar air mata menyendak kerongkonganku.


Aku terjaga saat semua redup dan lelap, saat semua kelu dan bisu. Dan aku masih duduk didepan kamarku dengan bergumpal - gumpal penyakit yang mengelilingiku.
Mereka seperti iblis cantik yang selalu merayuku setiap siang, setiap malamku, setiap saat dan setiap jengkal dari waktuku.
Ah, masa bodoh dengan semua itu, dengan racun ditanganku, dengan penyakit disekelilingku dan dengan apapun namanya semua itu.
Aku memang bukan lelaki perkasa, terutama jika berhadapan dengan cinta.
Apalagi jika perasaan yang begitu menjijikan dan lebih pantas disebut mengerikan itu kini berubah menjadi seperti siksaan.
Memang aku telah berhenti mencari, tapi sebenarnya bukan itu.
Cinta memang seharusnya abadi tapi hati ini harus menemukan alasan yang tepat agar cinta dapat diterima dengan lapang dada.


Dan kembali lagi iblis ini merayuku, ingin sekali aku berontak dan segera pergi.
Tapi buih - buih percintaan kami telah bersemayam dalam paru - paruku.
Hingga kali ini kurasakan percintaan yang dingin, pecumbuan yang tak lagi kurasakan kenikmatan didalamnya dan kini aku merasa seperti diperkosa olehnya.
Wahai iblis mungil berukuran sembilan senti teman setiaku dan penungguku cawan saat bahagia menyapaku air mata saat sedih menamparku keras,
Terpujilah engkau yang mencoba maninabobokkanku yang selalu menghinggapi ragaku kemudian membunuhku dengan rentetan penyakit dari perapianmu, asapmu.
Sungguh tak pantas jika aku kemudian mempersalahkan Tuhan yang telah memberiku cinta.
Meski seringkali cinta itu malah menamparku daripada membelaiku, meski lebih sering ia menghujatku dari pada memujiku, ya cinta.
Terkutuklah aku jika mempersalahkan Tuhan seperti aku mengutuk iblis mungil yang terapit diantara jemariku.
Meski asapmulah yang dikemudian hari akan membunuhku, dunia tidak akan berhenti sampai disitu hanya karena itu, dan karena aku sendirilah yang memanggil mautku,
ditarikan nafasku, iblis bertanduk, monster ganas atau apapun yang tak pantas terucap untuk itu, yang datang ditiap jengkal langkahku, tiap sudut dari pandanganku, tiap detail dari kata - kataku, dan di setiap saat dari waktuku.
 

Apakah kau juga akan meninggalkanku,
mencampakkanku wahai kau yang terapit diantara jemariku,
seperti cinta yang telah meninggalkan hatiku dengan menyisakan lubang luka disana,
meredupkan cahayanya, seperti lentera yang meninggalkanku.
Tapi aku tidak akan berhenti begitu saja sampai disitu. Aku akan terus mencari meski raga ini mengejang dan tenggorokanku meradang.
Aku akan terus mencari cintaku,
memburunya dan mendekapnya dihatiku, meski kau tak lagi disampingku.
Adakah yang dapat menunjukanku jalan,tanpa lentera ditanganku
tanpa arah didepanku - bahkan disampingku
 

 

Jawablah !
Jawablah wahai kau yang terapit diantara jemariku.

Share:

Abis Pilkada, terus mau ngapain?

Tanggal 9 Desember nanti, timeline kita bakalan penuh banget sama twitpict-an jari bertinta. Ada yang pake tinta di kelingking, di jempol, jari tengah, bahkan sampai setangan-tangan =D Wait.. jangan-jangan itu mah tukang servis printer.

Semua twitpict-an itu pertanda kalau proses pemilihan umum untuk cabub-cawabub udah selesai. Kita semua udah nyoblos calon-calon pilihan kita, ehhh, tapi Pilkada masih beberapa hari lagi, semoga aja segala bentuk kampanye yang notabene mengganggu itu kagak ada. Tapi nyatanya masih ada tuh motor-motor yang ugal-ugalan (kampanye), orang-orang yang ngelanggar lalu lintas, plus tempelan-tempelan muka caleg di pohon dan pinggir jalan. Nah, kalau pemilunya udah selesai, terus gimana? Terus kumaha atuh barudak? Apa yang harus kita lakukan sekarang? 

Melakukan Aktivitas Seperti Biasa Lagi
Yang harus kita lakukan setelah pilkada adalah balik lagi ke aktivitas biasa. Kalau kalian pikir sehabis pilkada itu bakal mengubah kehidupan kalian, kalian salah, karena pemilu itu efeknya gak kerasa. Sebelum sama sesudah pilkada itu gak ada bedanya.
Sebelum pilkada, macet. Pas masa-masa kampanye, macet banget. Calon-calon pemimpin bilangnya mau ngilangin macet. Eh pemilunya udah beres, tetep aja macet.
Nah makanya, lebih baik kita kembali aja ke aktivitas kita kayak biasa. Yang biasanya sekolah ya sekolah, yang biasanya ngampus ya ngampus. Biarlah sekarang kita berkehidupan kayak biasa, sambil nunggu perubahan yang lebih baik.


Nagih janji
Janji adalah hutang. Cabub-Cawabub itu sudah pernah berjanji sama kita, dan sebagai penagih hutang yang baik, kita harus tagih janji mereka. Enak aja udah ngutang gorengan tapi gak dibayar.
Banyak cabub-cawabub yang berjanji kalau sudah terpilih bakal ngelakuin ini dan itu. Tapi dilihat dari pilkada-pilkada sebelumnya, gak ada tindakan yang jelas dan gak ada janji yang ditepati.
Tahun ini jangan sampai kayak gitu. Setelah pilkada ini, dan setelah si pejanji itu terpilih, ayo kita tagih. Jangan sampe kita dibohongin bahkan sampai dikhianati. Kita jangan mau cuma dikasih janji, kita juga butuh bukti dan aplikasi.


Bersiap-siap
Kalau pemilu udah beres, kita harus bersiap-siap. Siap-siap apa? Pertama, siap-siap buat perubahan (kalau perubahannya ada). Dua, siap-siap... di-PHP.
Kita tahu, semua yang diucapin sebelum terpilih jadi pemimpin daerah itu cuma  harapan. Dan seperti kita tahu juga, makin gede harapannya maka (bakal) makin gede juga kecewanya. Nah, sebesar apa harapan yang dikasih cabub-cawabub pilkada tahun ini?
Bersiap-siap di-PHP emang perlu banget. Tapi yang harus lebih disiapin adalah siap-siap dibohongin. Jangan sampe suara kita dimanfaatin sama pemimpin licik, apalagi sama pemimpin yang gak bertanggung jawab. Kalau sampai orang yang kita pilih bohong, putusin aja! Pemimpin sama pacar yang suka bohong itu sama, sama-sama harus diputusin!


So, setelah pilkada nanti, apa lagi yang harus kita lakukan?

Share:

Konspirasi Zionisme

Mayat-mayat yang bergelimpangan di Paris beberapa waktu lalu menimbulkan banyak pertanyaan, Benar Manusia atau Boneka yang merupakan bagian dari Konspirasi Zionisme untuk membangun Opini bahwa Islam harus disudutkan sehingga banyak warga dibanyak negara tidak ingin ada Islam didalam wilayah mereka.

Tetapi, Jika tidak begini maka bukan Zionisme Yahudi namanya. Menanamkan kebencian dan dendam dibanyak pikiran orang merupakan cara-cara lama yang digunakan Zionis untuk mencapai misinya, Jikapun manusia dalam banyak potret yang diambil dapat terlihat sebagai "Acting Tewas" padahal dari formasi badan tidak bisa ditipu, Target dari Serangan di Paris beberapa waktu lalu lebih kepada membangun sinisme warga dunia dan tak perlu peduli pada Irak, Suriah, Lebanon, Yaman, Palestina dan banyak lagi ummat Islam yang dibantai oleh Zionisme Yahudi.
Tanggal 13 November 2015, Hari Jum'at bertepatan dengan hari-hari Hallowen bagi kebudayaan Yahudi serangan Teroris itu terjadi. Tetapi, Banyak orang tidak tahu bahwa itu semua adalah kepalsuan, Drama yang diciptakan untuk tujuan menghabisi ummat Islam didunia, faktanya dengan kejadian tersebut banyak masyarakat di dunia ikut membenci Islam padahal mereka tidak tau menahu tentang Islam.

Pertanyaannya adalah Mengapa Serangan Teroris di Paris adalah sebuah Drama, Mayat yang bergelimpangan itu adalah Aktor, bahkan banyak diantaranya adalah Boneka. Semua itu dilakukan dalam rangka mengabadikan pendudukan Israel terhadap Palestina.

Penulis menemukan beberapa fakta tentang Mayat yang bergelimpangan dalam Tragedi Paris, Sangat mencurigakan dan terlihat sangat jelas kepalsuannya. Inilah yang disebut Konspirasi.

Contoh yang tampak dengan nyata adalah darah yang berceceran itu. Darah Manusia atau darah yang lain atau make up dalam pembuatan sebuah Film? Secara teori, Ketika petugas Ambulan tiba pada sebuah kecelakaan, darah yang telah meninggalkan mayat korban telah biasanya berubah menjadi gelap. Hemoglobin dipengaruhi oksigen untuk membawanya sekitar tubuh Anda. Hemoglobin mengambil bentuk yang berbeda ketika oksigen dan tampil lebih "merah" ketika penuh oksigen. Darah orang hidup yang tampak merah disebabkan oleh Oksigen, dan ketika Oksigen didalam darah meninggalkan hemoglobin maka zat berubah bentuk dan tampaknya sangat gelap. Ketika darah meninggalkan tubuh Anda, sel darah merah mati dan hemoglobin akhirnya menjadi terdeoksigenasi. Darah yang baru-baru ini meninggalkan tubuh memiliki warna merah lebih terang karena fakta itu oksigen oleh udara. Kematian akhirnya sel-sel darah merah melepaskan oksigen, mengubah hemoglobin merah gelap dan bahkan appearingly hitam. Jadi, kapan gambar ini diambil jika butuh polisi dua jam untuk mendapatkan di gedung? Darah dalam gambar berwarna merah cerah.

Jadi, Pada kenyataannya apa yang terlihat difoto sangat tidak realistis dan sebaliknya justru menimbulkan kecurigaan.

Itu menjadi lebih realistis jika Kita zoom. Dalam sebuah teori terorisme dalam bentuk serangan senjata, Kematian pembunuh adalah tabu ; Jika diperiksa dengan teliti Kita bisa melihat tidak ada manusia dilantai konser itu, tidak ada, Jika Anda perhatikan lagi maka yang tergeletak itu adalah Boneka yang sangat mirip dengan manusia yang sengaja diciptakan seperti yang telah banyak mereka uji coba dalam banyak film. Mayat-mayat yang tergeletak itu adalah Peran pengganti, membuat drama bahwa ini sangat mencekam. Mari Kita buktikan jika memang mayat-mayat dilantai konser itu adalah Boneka yang sudah dibuat sangat menyerupai manusia.

Perhatikan pinggul. Tidak ada satupun manusia yang memiliki anatomi tubuh seperti ini. Selain itu, perhatikan Kaki dalam posisi anatomis tidak mungkin. Ketika nyawa tidak ada dalam tubuh manusia maka badannya lemas tak berdaya dan semua bagian tubuhnya tergeletak ditanah, Tetapi sebagaimana Anda lihat dalam Foto, Mayat itu masih memiliki kaki yang melengkung dan tidak menyentuh tanah/lantai, apakah dia sudah benar-benar tewas atau sebenarnya bukan manusia tetapi boneka silicon yang telah banyak diciptakan saat ini.
Bagaimana mereka bisa menjadi orang-orang yang benar-benar manusia jika Melihat sifat darah yang terlihat dibagian leher sangat merah. Kemudian perhatikan juga kaki yang sangat besar. Tidak ada alasan yang bisa menyebut yang tergeletak itu adalah Manusia, Itu Boneka. Tapi saat ini sudah begitu banyak percaya jika itu adalah korban tewas.
Bagaimana dengan foto ini, Bagaimana mungkin darah orang tewas seperti ini padahal untuk datang ke lokasi perlu 3 jam, lalu siapa yang memfoto ini? Jaringan mereka kah? Lalu, Bagaimana dengan Kaki yang besar. Tak sedikitpun
anatomi mereka menunjukan mereka adalah manusia, sangat dekat dengan Boneka Silicon yang sudah banyak diciptakan.

Foto Wanita diatas adalah PALSU, Mengapa ?Bagaimana mayat masih bisa menopang badannya ? Ini namanya pementasan boneka manusia, ini adalah pentas boneka

Semua pikiran kriminal ini harus mendandani setiap boneka tersebut, Cat itu dengan tambahan sedikit darah palsu, dan seluruh dunia akan "mengkonsumsinya" sebagai sebuah kisah yang benar. Sebuah kisah tragis dan dramatis sehingga banyak orang memasang Foto bendera Prancis di FB, WA, BBM dengan status "Pray to Paris"

Mengenai penggunaan pel dan sapu untuk menyebarkan cat berwarna darah itu bagian dari Propaganda Israel yang melakukannya, seperti Foto dibawah ini merupakan Darah Palsu yang dijadikan foto kampanye Israel.

Jika Anda pernah melihat boneka Silicon yang banyak beredar, Maka Anda tidak akan tertipu dengan foto dibawah ini, Foto dibawah ini sama sekali tidak menunjukan korban manusia karena tidak ada manusia tak bernyawa dalam kondisi seperti itu kecuali dalam musibah kebakaran.

Perhatikan baik-baik, Tidak ada perbedaan antara Bonek yang belum dilumuri darah dengan Boneka yang berdarah dari sifat kakunya, karena seharusnya Manusia tidak bernyawa menjadi lemas dan tangan kakinya menempel di lantai atau tanah. Maka Korban yang ada didalam Foto ini adalah Boneka yang dijadikan alat kampanye Provokasi Israel agar Dunia membenci Islam dan Ummat Islam diseluruh dunia, dan Ini berhasil. Cek saja di Youtube bagaimana sikap Islamphobia meningkat.

Mengenai boneka silicon dalam serangan teroris di Perancis, dalam foto ini Anda bisa melihat sangat seperti manusia, Memiliki tangan dan lengan di rambut, Hal yang tidak mungkin bagi orang yang sudah mati adalah masih bisa berotot dan melengkung, karena semua anggota badan orang yang tak bernyawa logikanya "runtuh" ke bawah.
Boneka yang sangat realistis menyerupai manusia, Ini adalah upaya pembodohan banyak orang tentang sebuah drama teror yang tidak lain adalah konspirasi Zionisme dengan tujuan yang sudah ditetapkan.

Boneka lainnya yang digunakan dalam penembakan adalah sebagai berikut:
Perhatikan baik-baik sifat mengkompress kaki palsu. Ini banyak terlihat di website Dapper Cadaver.

Ini benar-benar tipuan tingkat tinggi, konspirasi Zionisme yang telah banyak membodohi banyak orang termasuk di Indonesia, Semuanya adalah kepalsuan yang dilakukan dalam rangka mendukung agenda ekstrimis agen Zionisme fanatik, termasuk Zionis Rothschild. Tujuannya adalah untuk menciptakan emosi dukungan untuk pembunuhan lebih lanjut, tindakan merusak, membunuh, berbuat keji tingkat tinggi oleh Zionis Yahudi, termasuk orang-orang yang kuat dan Yahudi kaya di Eropa, Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk menyerang rakyat sipil Suriah dengan biaya berapapun, Semua dilakukan dalam upaya mencapai ambisi mereka menguasai Yerusalem Palestina untuk membangun Israel Raya dan Haikal Sulaiman.

Sumber :

http://www.liveleak.com/view?i=06d_1447585266

Jakarta, 27 November 2015

ADI SUPRIADI / Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan

Kompasian.com
Share: